Setup Menus in Admin Panel

Kuliah Membuka Banyak Kesempatan Belajar

Saya, Muhammad Murtadha Ramadhan, alumnus Budi Mulia 2014, sekarang berkuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan mayor Ilmu Komputer. Perjalanan untuk masuk IPB pada waktu lalu tidaklah mudah karena saya harus bersaing dengan anak-anak terbaik Indonesia melalui ujian tulis masuk kampus atau SBMPTN yang menyajikan soal-soal yang sangat menantang dan kompetitif. Persiapan yang matang pun saya lakukan demi masuk perguruan tinggi negeri terbaik bangsa tersebut.

Ketika masuk IPB, saya melihat banyak kesempatan yang disediakan kampus ini. Mulai dari kurikulum akademik, fasilitas penunjang akademik, unit kegiatan mahasiswa, program pemberdayaan mahasiswa, dan lain sebagainya. Dari sana, saya mencari tempat yang cocok untuk mengembangkan potensi yang saya punya. Saya memilih untuk masuk IPB Debating Community (IDC) sejak awal saya masuk IPB karena pada dasarnya saya sangat suka untuk belajar debat, berpikir kritis, dan mendiskusikan topik yang interseksional. Saya juga bertemu banyak teman-teman hebat yang sangat membantu saya mengembangkan diri.

Dari sana, saya belajar banyak hal mengenai bagaimana cara membuat argumen yang valid dan menyampaikannya secara lisan. Tidak hanya itu, saya juga mengembangkan kemampuan diplomasi dan negosiasi. Pada Maret 2015, saya terpilih menjadi salah satu delegasi IDC dan IPB untuk berpartisipasi dalam Munster University International Model United Nations 2015 (MUIMUN) di Munster, Jerman. Partisipasi tersebut menandakan kali pertamanya saya mendapatkan pengalaman internasional di luar Indonesia. Disana saya bermain peran layaknya sebuah diplomat yang mendiskusikan sebuah permasalahan yang sedang dihadapi dunia saat ini.

Pada Agustus 2015, setelah bersaing dengan teman satu angkatan saya di Ilkom ’14 yang berjumlah 89, saya terpilih menjadi delegasi Ilmu Komputer IPB untuk ikut program mobilitas mahasiswa ke Universiti Putra Malaysia. Pada September 2015, saya kembali mewakili UKM saya untuk ikut Indonesia Model United Nations 2015 di Universitas Indonesia. Saya berhasil meraih penghargaan ‘Best Position Paper’ pada ajang tersebut dari sekitar 30 delegasi yang berada di komite Special Summit on Technology. Kemudian, pada Maret 2016, saya terpilih kembali untuk berangkat menjadi delegasi IPB untuk ajang Geneva International Model United Nations 2016. Acara ini diselenggarakan di Palais des Nationsatau kantor PBB di Jenewa. Hal tersebut yang menurut saya sangat unik karena saya bersama delegasi lain benar-benar merasakan kursi dan meja yang biasa para diplomat dunia pakai untuk mendiskusikan isu global dan membuat resolusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Saya juga aktif menjadi panitia di beberapa kepanitiaan acara kampus. Pada Mei hingga November 2016, saya diamanahkan menjadi ketua acara Computer Problem Solving Competition Pesta Sains Nasional 2016 yang diselenggarakan untuk para siswa SMA sederajat untuk berkompetisi menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan komputer, programming, dan hal terkait. Menjadi ketua acara tersebut melatih kemampuan saya untuk berkolaborasi dengan berbagai kategori individu dan bagaimana cara untuk memimpin kerja sebuah tim.

Pada November 2016 juga, saya mencoba pengalaman di ranah baru. Saya terpilih sebagai delegasi kampus saya untuk ikut APEC Edutainment Exchange Program 2016 di Busan, Korea Selatan. Disana, saya diminta untuk berkolaborasi dalam tim dengan anggota yang berasal dari berbeda negara mulai dari Korea, Thailand, dan Rusia. Kami diminta untuk membuat sebuah rancangan ide bisnis yang dapat menyelesaikan suatu permasalahan yang berada di Korea Selatan. Berangkat dari sana, kami merancang sebuah ide membuat kafe berbahasa Inggris yang dilengkapi dengan fasilitas Virtual Reality(VR) ada diletakkan dalam kafe sehingga para pengunjung dapat belajar bahasa Inggris melalui interaksi langsung maupun aplikasi pada VR yang disediakan.

Selain aktif di UKM dan berkompetisi, saya juga aktif di himpunan mahasiswa yaitu Himpunan Profesi Mahasiswa Ilmu Komputer IPB (Himalkom IPB). Saya diamanahkan sebagai ketua Himalkom selama 1 periode sejak November 2016 hingga November 2017. Saya dan pengurus Himalkom bekerja sama untuk meningkatkan hard skill  dan soft skill mahasiswa ilmu komputer IPB dengan mengadakan beberapa program seperti komunitas, workshop, seminar, dan persiapan kompetisi.

Pada Maret hingga Juli 2017, saya mengikuti rangkaian seleksi mahasiswa berprestasi mulai dari seleksi di tingkat departemen hingga nasional. Alhamdulillah, saya terpilih menjadi mahasiswa berprestasi utama IPB yang melanjutkan ke tahap seleksi nasional. Pada tahap nasional, saya terpilih menjadi salah satu dari 17 finalis nasional setelah diseleksi dari 163 peserta program sarjana yang mendaftarkan diri. Kriteria yang dinilai adalah inovasi yang diajukan melalui penulisan karya ilmiah, kemampuan berbahasa Inggris, prestasi terbaik yang diraih selama kuliah, dan kepribadian. Setelah terpilih menjadi finalis nasional, saya berhasil meraih posisi ke-6 dari 17 finalis yang terpilih. Sebelum seleksi mawapres nasional, saya pun dituntut untuk meningkatkan poin di berbagai lini yang salah satunya adalah poin prestasi. Saya mengikuti dua konferensi ilmiah di Malaysia dan Cina untuk mempresentasikan paper yang saya buat bersama dosen saya. Saya berhasil meraih penghargaan ‘Best Presenter’ di konferensi yang diadakan di Malaysia.

Setelah seleksi mawapres nasional, pada September 2017, saya terpilih menjadi delegasi IPB untuk mengikuti Internasional Student Summit 2017 di Taichung, Taiwan. Selama kurang lebih tujuh hari di Taiwan, saya berdiskusi dengan teman-teman dari sekitar 20 negara untuk membicarakan terkait kondisi pertanian global dan bagaimana solusi yang dapat diajukan. Setiap delegasi juga diminta untuk membawa sebuah ide inovasi yang akan dipresentasikan di depan semua peserta konferensi.

Dari semua pengalaman tersebut, saya berharap akan lebih banyak generasi muda yang berani mencoba hal baru, beinovasi, dan menantang dirinya untuk membuka potensi dirinya. Khusus untuk teman-teman SMA, jangan buang waktu kalian dengan sekadar bermain atau menongkrong di warung kopi. Dorong diri kalian untuk menjadi lebih lagi dengan mengikuti berbagai kompetisi atau hanya sekadar berdiskusi isu-isu yang ada di negara ini maupun isu global. Jangan hanya kejar sebuah kelulusan, tapi berlarilah bagaiamana teman-teman dapat lulus dengan kualitas yang tinggi. Untuk para guru, terima kasih telah mau untuk membagikan ilmunya kepada saya selama satu tahun terakhir saya di SMA dan tetap mendo’akan saya hingga saat ini, it’s priceless. Untuk sekolah, semoga dapat semakin meningkatkan kualitas secara pengajaran maupun fasilitas pendukung, dan juga semoga dapat mencetak sumber daya manusia yang lulus dengan kualitas yang baik.

July 7, 2018

0 Responses on Kuliah Membuka Banyak Kesempatan Belajar"

Leave a Message

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TENTANG YPBM

Yayasan Pendidikan Budi Mulia Ciledug, merupakan yayasan yang didirikan berdasarkan akte notaris Ny. Nanny Wahjudi, S.H. tanggal 25 Februari 1987 No. 218 di Tangerang Pendiri yayasan Budi Mulia adalah Bapak H. Hapas Hasanudin Syarif, B.A. yang sangat memperhatikan perkembangan pendidikan karena beliau adalah seorang pendidik.

YPBM: SEKOLAH IMPIAN SEKOLAH PENUH PRESTASI

IKUTI KAMI


top
Copyright 2015 Sekolah Budi Mulia All Rights Reserved.